Mon. Dec 5th, 2022

Testimoni mosehat

Penyakit batu empedu atau cholelithiasis ialah keadaan yang diikuti dengan sakit di perut tiba-tiba karena terciptanya batu dalam kantung empedu. Penyakit batu empedu bisa juga terjadi di aliran empedu.

Kantung empedu ialah organ memiliki ukuran kecil yang berada di bawah organ hati. Organ ini sanggup menghasilkan dan simpan cairan empedu yang berperanan penting pada proses pencernaan, terhitung mengolah cholesterol yang terdapat di pada makanan yang dimakan. Mayoritas batu empedu datang dari pengendapan cholesterol yang pada akhirnya mengeras dan membuat batu.

 

Mayoritas cholelithiasis (kolelitiasis) memiliki sifat enteng dan tidak memerlukan pengatasan di rumah sakit. Tetapi bila batu empedu menutup aliran empedu, usaha pengatasan perlu selekasnya dilaksanakan untuk menahan kompleksitas.

Tanda-tanda Batu Empedu

Keadaan penyakit batu empedu atau kolelitiasis yang enteng jarang-jarang memunculkan tanda-tanda. Pasiennya dapat mulai rasakan tanda-tanda bila aliran empedu mampet karena endapan batu empedu.

Tanda-tanda khusus batu empedu ialah ngilu secara tiba-tiba pada bagian atas kanan atau tengah perut. Sakit di perut dapat dibarengi dengan tanda-tanda lain, seperti mual, muntah, lenyap selera makan, urine warna gelap, sakit maag, dan diare.

Selekasnya kontrol diri ke dokter bila Anda alami tanda-tanda di atas atau tanda-tanda yang ada dibarengi demam, menggigil, mata dan kulit warna kuning, atau sakit di perut berjalan sampai lebih dari 8 jam.

Pemicu Terciptanya Batu Empedu

Batu empedu diperhitungkan ada karena pengendapan cholesterol dan bilirubin yang menimbun dalam kantung empedu. Penimbunan terjadi saat cairan empedu tidak sanggup meleburkan cholesterol dan bilirubin berlebihan yang dibuat hati.

Faktor-faktor dapat mempengaruhi seorang terserang batu empedu, seperti factor umur, tipe kelamin, turunan, skema makan kurang sehat, diet yang terlampau ketat, dan keadaan klinis tertentu.

Analisis Batu Empedu

Proses analisis batu empedu dengan diawali pengecekan tanda-tanda dan fisik. Seterusnya, dokter akan lakukan test penyekenan untuk tentukan tingkat keparahan batu empedu yang dirasakan pasien.

Tipe test penyekenan yang sudah dilakukan mencakup USG perut, CT scan, MRI, dan endoscopic retrograde cholangio-pancreatography (ERCP). Kadang, test darah dilaksanakan untuk mengetahui penyakit yang disebabkan karena batu empedu.

Penyembuhan Batu Empedu

Bila batu empedu memiliki ukuran kecil dan tidak memunculkan tanda-tanda, karena itu pengatasan secara klinis tidak dibutuhkan. Tetapi jika pasien rasakan tanda-tanda sakit di perut yang ada secara mendadak, karena itu perlakuan penyembuhan perlu selekasnya dilaksanakan.

Sistem penyembuhan batu empedu mencakup operasi pengangkatan kantung empedu (kolesistektomi) atau konsumsi obat. Meskipun begitu, pemakaian obat jarang-jarang dilaksanakan karena kurang efisien dalam menyembuhkan batu empedu.

Kompleksitas Batu Empedu

Kolelitiasis jarang-jarang memunculkan kompleksitas, tetapi kompleksitas bisa terjadi bila perlakuan penyembuhan tidak tepat. Kompleksitas itu mencakup kolesistitis kronis, cholangitis, pankreatitis kronis, pseudokista pankreas atau sepsis.

Penangkalan Batu Empedu

Kolelitiasis bisa dihindari dengan jalani skema makan sehat dan imbang. Makanlah makanan tinggi serat dan jauhi makanan bersantan, berminyak, berbumbu kacang, atau memiliki kandungan mentega.

Disamping itu, usaha penangkalan batu empedu dapat dilaksanakan dengan batasi konsumsi alkohol, olahraga dengan teratur, memperbanyak konsumsi cairan, dan jauhi diet yang terlampau ketat.

 

Pemahaman Batu Empedu

Batu empedu ialah pengendapan cairan pencernaan yang mengeras yang bisa tercipta di kantung empedu. Dalam pada itu, kantung empedu ialah organ kecil berupa buah pir disebelah kanan perut, pas di bawah hati. Kantung empedu memuat cairan pencernaan yang disebutkan empedu yang dilepaskan ke usus kecil.

Ukuran batu empedu sekitar dari sekecil sebutir pasir sampai sebesar bola golf. Sebagian orang dapat mempunyai cuman satu batu empedu, sementara lainnya meningkatkan banyak batu empedu di saat yang bertepatan.

Orang yang alami tanda-tanda dari batu empedu umumnya membutuhkan operasi pengangkatan kantong empedu. Batu empedu yang tidak memunculkan gejala dan tanda umumnya tidak membutuhkan penyembuhan.

Factor Resiko Batu Empedu

Ada faktor-faktor yang bisa tingkatkan resiko batu empedu, diantaranya:

  • Perempuan.
  • Berusia 40 ataupun lebih tua.
  • Menjadi warga asli Amerika dan Hispanik asal Meksiko.
  • Memiliki berat badan yang berlebih atau kegemukan.
  • Tidak banyak bergerak.
  • Sedang hamil.
  • Sering konsumsi makanan tinggi lemak.
  • Sering konsumsi makanan tinggi cholesterol.
  • Sering konsumsi makanan rendah serat.
  • Memiliki kisah keluarga dengan batu empedu.
  • Mengidap diabetes.
  • Memiliki abnormalitas darah tertentu, seperti anemia sel sabit atau leukemia.
  • Menurunkan berat tubuh dengan cepat sekali.
  • Minum obat yang memiliki kandungan estrogen, seperti kontrasepsi oral atau obat therapy hormon.
  • Memiliki penyakit liver.

Pemicu Batu Empedu

Sayang, tidak terang apa yang mengakibatkan batu empedu tercipta. Beberapa pakar berpikiran batu empedu bisa terjadi saat:

  • Empedu memiliki kandungan kebanyakan cholesterol. Umumnya, empedu memiliki kandungan cukup bahan kimia untuk meleburkan cholesterol yang dikeluarkan oleh hati. Tetapi, bila hati keluarkan semakin banyak cholesterol dibanding yang bisa dicampurkan oleh empedu, karena itu kelebihan cholesterol bisa membuat kristal dan pada akhirnya jadi batu.
  • Empedu memiliki kandungan kebanyakan bilirubin. Bahan kimia ini dibuat saat badan merusak sel darah merah. Keadaan tertentu mengakibatkan hati membuat kebanyakan bilirubin, terhitung sirosis hati, infeksi aliran empedu, dan abnormalitas darah tertentu. Kelebihan bilirubin berperan pada pembangunan batu empedu.
  • Kantung empedu tidak dapat dikosongkan secara baik. Bila kantung empedu tidak kosongkan seutuhnya, empedu menjadi sangat pekat, dan ini berperan pada pembangunan batu empedu.

Disamping itu, kamu harus tahu ada banyak tipe batu empedu yang bisa tercipta di kantung empedu, diantaranya:

  • Batu Empedu Cholesterol. Tipe batu empedu yang umum, yang disebutkan batu empedu cholesterol, kerap terlihat warna kuning. Batu empedu ini khususnya terbagi dalam cholesterol yang tidak terlarut, tapi kemungkinan memiliki kandungan elemen lain.
  • Batu Empedu Pigmen. Batu warna cokelat tua atau hitam ini tercipta saat empedu memiliki kandungan kebanyakan bilirubin.

Tanda-tanda

Batu empedu kemungkinan tidak memunculkan pertanda atau tanda-tanda. Bila batu empedu terbelit di aliran dan mengakibatkan penyumbatan, gejala dan tanda yang dapat terjadi diantaranya:

  • Rasa sakit yang mendadak dan bertambah secara cepat pada bagian atas kanan perut.
  • Rasa sakit yang mendadak dan bertambah secara cepat di sisi tengah perut, pas di bawah tulang dada.
  • Sakit punggung antara tulang belikat.
  • Sakit di pundak kanan.
  • Mual atau muntah.
  • Nyeri batu empedu bisa berjalan beberapa saat sampai beberapa saat.

Selekasnya buat janji sama dokter bila kamu mempunyai pertanda atau tanda-tanda yang mencemaskan, misalnya:

  • Sakit perut demikian luar biasa hingga kamu tidak dapat duduk saja atau mendapati status yang nyaman.
  • Menguningnya kulit dan sisi putih mata (jaundice).
  • Demam tinggi dibarengi menggigil.

Analisis

Dokter akan lakukan pengecekan fisik yang mencakup pengecekan mata dan kulit untuk menyaksikan peralihan warna. Warna kekuningan kemungkinan sebagai pertanda penyakit kuning, karena kebanyakan bilirubin pada tubuh.

Test lain kemungkinan mengikutsertakan pemakaian test diagnostik yang menolong dokter menyaksikan ke badan. Beberapa pengecekan yang dapat dilaksanakan diantaranya:

  • USG. Ultrasonografi hasilkan gambar perut. Ini ialah sistem pencitraan opsi untuk pastikan apa kamu mempunyai penyakit batu empedu. Ini dapat juga memperlihatkan abnormalitas yang berkaitan dengan kolesistitis kronis.
  • CT-Scan Perut. Test pencitraan ini ambil gambar dari dalam hati dan wilayah perut.
  • Pemindaian Radionuklida Kandungan Empedu. Penyekenan penting ini memerlukan waktu sekitaran satu jam untuk dituntaskan. Seorang specialist menyuntikkan zat radioaktif ke pembuluh darah dan zat itu jalan lewat darah ke hati dan kantong empedu. Pada penyekenan, bisa mengutarakan bukti yang memperlihatkan infeksi atau penyumbatan aliran empedu dari batu.
  • Tes Darah. Dokter kemungkinan minta kamu jalankan test darah yang hendak hitung jumlah bilirubin pada darah. Test darah menolong tentukan berapa baik peranan hati.

Kompleksitas

Kompleksitas batu empedu kemungkinan terhitung:

  • Peradangan Kantong Empedu. Batu empedu yang terbelit di leher kandungan empedu bisa mengakibatkan radang kandungan empedu (kolesistitis). Kolesistitis bisa mengakibatkan merasa sakit dan demam yang kronis.
  • Penyumbatan Aliran Empedu. Batu empedu bisa memblok tabung (aliran) di mana empedu mengucur dari kantong empedu atau hati ke usus kecil. Sakit kronis, penyakit kuning dan infeksi aliran empedu bisa muncul karena keadaan ini.
  • Penyumbatan Aliran Pankreas. Aliran pankreas ialah tabung yang mengucur dari pankreas dan tersambung ke aliran empedu sebentar saat sebelum masuk duodenum. Cairan dari pankreas, yang menolong pencernaan, mengucur lewat aliran pankreas. Batu empedu bisa mengakibatkan penyumbatan pada aliran pankreas, yang bisa mengakibatkan radang pankreas (pankreatitis). Pankreatitis mengakibatkan ngilu perut yang intensif dan stabil dan umumnya membutuhkan rawat inap.
  • Kanker Kantung Empedu. Orang dengan kisah batu empedu mempunyai kenaikan resiko kanker kantung empedu. Walau demikian, kanker ini jarang terjadi.

Penyembuhan

Mayoritas kasus, penderita batu empedu tidak membutuhkan penyembuhan terkecuali bila mengakibatkan merasa sakit. Kadang pasien dapat keluarkan batu empedu tanpa mengetahuinya. Bila pasien kesakitan, dokter peluang akan mereferensikan operasi. Dalam kasus yang jarang ada, beberapa obat bisa dipakai.

Bila kamu beresiko tinggi alami kompleksitas operasi, ada cara-cara non-bedah untuk coba menyembuhkan batu empedu. Tetapi, bila operasi tidak dilaksanakan, batu empedu bisa balik lagi, bahkan juga dengan perawatan tambahan. Ini memiliki arti kamu kemungkinan perlu memantau keadaan kesehatan terus-terusan.

Pembandinghan

Kolesistektomi, yang disebut operasi untuk mengusung kantung empedu. Karena kantung empedu bukan organ penting, kamu dapat hidup sehat tanpa dia.

Ada dua tipe kolesistektomi:

  • Kolesistektomi Laparoskopi. Ini ialah operasi umum yang memerlukan anestesi umum. Dokter bedah umumnya akan membuat tiga atau empat irisan di perut. Mereka selanjutnya akan masukkan piranti kecil yang berpijar ke salah satunya irisan, mengecek batu, dan dengan berhati-hati keluarkan kantong empedu. Kamu umumnya bisa pulang di hari proses atau lusa bila tidak alami kompleksitas.
  • Kolesistektomi Terbuka. Operasi ini umumnya dilaksanakan saat kantong empedu meradang, terkena, atau cedera. Operasi ini dapat juga terjadi bila permasalahan terjadi sepanjang kolesistektomi laparoskopi.

Kamu kemungkinan alami tinja yang encer atau berair sesudah pengangkatan kantong empedu. Hapus kantung empedu mengikutsertakan perubahan jalur empedu dari dalam hati ke usus kecil. Empedu tak lagi melalui kantong empedu dan jadi kurang terpusat. Hasil langsungnya ialah dampak pencahar yang bisa mengakibatkan diare, tapi permasalahan ini dapat dituntaskan sendirinya untuk banyak orang.

Perawatan Non-Bedah

Bila operasi tidak bisa dilaksanakan, seperti bila pasien ialah pribadi yang  lebih tua, ada cara-cara yang lain bisa dijajal oleh dokter untuk singkirkan batu empedu, diantaranya:

  • Terapi pelarutan oral umumnya meliputi pemakaian obat ursodiol dan chenodiol untuk merusak batu empedu. Beberapa obat ini memiliki kandungan asam empedu, yang bekerja untuk merusak batu. Perawatan ini terbaik untuk merusak batu cholesterol isa dan dapat memerlukan waktu beberapa bulan atau sekian tahun untuk dapat bekerja seutuhnya.
  • Litotripsi gelombang kejut ialah alternatif lain. Lithotripter ialah mesin yang hasilkan gelombang kejut yang melalui seorang. Gelombang kejut ini bisa merusak batu empedu jadi potongan-potongan yang lebih kecil.
  • Drainase perkutan kandungan empedu mengikutsertakan peletakan jarum steril ke kantung empedu untuk mengisap (keluarkan) empedu. Sebuah tabung selanjutnya ditempatkan untuk menolong drainase tambahan. Proses ini umumnya bukan garis pertahanan pertama dan condong jadi opsi untuk pribadi yang kemungkinan tidak pas untuk proses lain.

Penangkalan Batu Empedu

Kamu bisa kurangi resiko batu empedu bila lakukan banyak hal, misalnya:

  • Tidak melewati makan. Coba untuk selalu di saat makan yang umum tiap hari. Melewati makan atau berpuasa bisa tingkatkan resiko batu empedu.
  • Menurunkan berat tubuh secara perlahan-lahan. Bila kamu perlu turunkan berat tubuh, kerjakan dengan perlahan-lahan. Pengurangan berat tubuh yang cepat bisa tingkatkan resiko batu empedu. Mempunyai tujuan untuk turunkan 1 atau 2 pon (sekitaran 0,5 sampai 1 kg) satu minggu.
  • Makan semakin banyak makanan memiliki serat tinggi. Masukkan semakin banyak makanan kaya serat dalam konsumsi harian, seperti buah-buahan, sayur, dan beberapa bijian.
  • Pertahankan berat tubuh yang sehat. Kegemukan dan berat badan yang berlebih tingkatkan resiko batu empedu. Usahakanlah untuk capai berat tubuh yang sehat dengan kurangi jumlah kalori yang kamu makan dan tingkatkan jumlah kegiatan fisik. Sesudah kamu capai berat tubuh yang sehat, usahakanlah untuk menjaga berat tubuh itu dengan meneruskan diet sehat dan terus olahraga.

Kapan Harus ke Dokter?

Bila kamu alami gejala dan tanda itu dan curigai pemicunya ialah batu empedu, karena itu selekasnya bicara sama dokter untuk ketahui pemicu dan mendapatkan pengatasan yang akurat.

 

By Drajad