Alasan Masjidil Aqsa Jadi Persinggahan Rasulullah dalam Isra Miraj

Sebagai bulan mulia, Rajab menjadikan banyak hal penting yang berkaitan dengan agama. Salah satu peristiwa tersebut, dan sangat berharga bagi umat Islam, adalah Isra Miraj.

Baca juga yuk mengenai doa tahlil pada tautan tersebut.

Peristiwa Isra Miraj jatuh setiap 27 Rajab. Untuk tahun ini, Isra Miraj 1440 H bertepatan dengan Rabu, 3 April 2019.

Dikutip dari Islami.co, Isra Miraj merupakan peristiwa luar biasa yang hanya bisa terjadi karena kekuasaan dan kehendak Allah SWT. Kejadian ini terjadi malam setelah Isya.

Ibnu Khalifah dalam bukunya The Miracles of the Prophet Al Mukhtar min Shahih Al Akhbar mengatakan bahwa Nabi berada di atas tujuh langit hingga ia mencapai Sidratul Muntaha ketika ia mengalami Isra Miraj. Yang dibutuhkan sekitar 2-4 jam, dari keberangkatan.

Abu Al Qasim Isma’il bin Muhammad At Taimi dalam bukunya Al Hujjah fi Bayan Al Mahajjah wa Syarh Aqidah Ahli As Sunnah menjelaskan bahwa Nabi diangkat oleh Jibril dan Mikail setelah Isya. Kemudian Rasulullah berlari ke Masjid Aqsa bersama Buraq.

Rute Buraq yang membawa Nabi adalah dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa untuk berhenti. Kemudian Nabi melanjutkan perjalanannya ke Sidratul Muntaha.

Masjid Haram sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan beberapa argumen tentang Isra Miraj, adalah Ka’bah di Mekah yang merupakan Mekah kedua bagi umat Islam. Sementara itu, Masjid Aqsa terletak di tempat yang sekarang disebut Palestina, Mekah pertama bagi umat Islam.

Posisi Masjidil Aqsa

Syekh An Nawawi Al Bantani dalam bukunya Marah Labid menjelaskan bahwa Masjid Aqsa dipilih sebagai tempat singgah karena sejumlah alasan. Antara lain agar Buraq bisa terbang langsung ke angkasa.

Syekh An Nawawi mengatakan bahwa salah satu penuturannya menegaskan bahwa Masjid Aqsa berada pada posisi tegak lurus dengan pintu surga. Selain itu, Masjid Aqsa menjadi tempat para nabi Bani Israil berdakwah, seperti Nabi Musa, Isa, dan nabi lainnya.

Apakah kalian sudah tau apa saja hukum tajwid? Jika belum tau silahkan bisa baca-baca.

Dalam Surat An Najm ayat 13-18, Allah menjelaskan apa yang dibacakan Nabi saat berada di Sidratul Muntaha.

“Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.

Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.”