Hukum Berhubungan Saat Ramadhan

5 Proses Perubahan Tubuh Laki-laki saat Berhubungan Seks

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Maka ketika ramadhan kita harus menahan hawa nafsu kita, termasuk nafsu berhubungan badan. Yuk simak berikut ini Hukum berhubungan saat ramadhan.

  1. hukum berhubungan saat ramadhan

Berhubungan suami istri saat bulan ramadhan hukumnya adalah  boleh . Selama itu dilakukan pada saat setelah berbuka dan sebelum waktu shubuh atau imsak. Dasar yang menjelaskan adala QS, Al-Baqarah ayat 187 :

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَٱلْـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“Dihalalkan bagi kalian pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kalian; mereka itu merupakan pakaian bagi kalian, dan kalian pun merupakan pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kalian tidak dapat menahan nafsu kalian, karena itu Allah mengampuni kalian dan memberi maaf kepada kalian. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang sudah ditetapkan oleh Allah untuk kalian, dan makan minumlah sampai terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Lalu sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam, tetapi janganlah kalian campuri mereka itu sedang kalian beri’tikaf di masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kalian mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.”(QS, Al-Baqarah ayat 187)

  1. hukum mimpi basah di siang bolong saat ramadhan

Seperti diketahui, mimpi basah merupakan ketika air mani atau sperma keluar dalam kondisi tertidur. Setelah mimpi basah, seseorang harus melakukan mandi wajib atau mandi junub. Tapi jangan sampai ketika kamu mandi wajib kamu menelan air ya maka itu akan membuat kamu batal puasa.

  1. air mani yang keluar sengaja akan mebatalkan puasa

Mengenai air mani yang keluar akibat mimpi basah, hal ini berbeda dengan ketika terangsang karena sengaja memandang sesuatu dengan nafsu di bulan Ramadhan saat berpuasa, sehingga keluar sperma, maka itu batal puasanya ini karena ada unsur kesengajaan. Maka dari itu bisa disimpulkan keluarnya sperma di bulan Ramadhan yang disengaja bisa mengakibatkan dosa dan membatalkan puasa. Tapi kalau air mani keluar secara tidak sengaja, seperti mimpi basah, tidak akan berdosa dan tidak membatalkan puasa. Dan kalau ketika sepasang suami istri bersetubuh di malam hari, ternyata ketiduran dan lupa mandi wajib, tahu-tahu sudah dengar imsak atau adzan Subuh, maka menurut mazab Imam Syafi’i, puasanya tidak batal. Walaupun tidak batal, pasangan suami istri tersebut wajib mandi besar, dan salat Subuh lalu melanjutkan puasa Ramadhan.

  1. kafarrah

Ketika sepasang suami istri melakukan hubungan badan secara sengaja saat masih berpuasa Ramadhan. Maka mereka harus membayar kafarrah sebagai gantinya. Yaitu dapat dengan cara membebaskan budak perempuan Muslim. Tapi kalau tidak ada, hal tersebut dapat diganti puasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang fakir miskin. Ketika ada sepasang suami istri yang berpuasa Ramadhan, dia melakukan hubungan suami istri, seperti hubungan suami istri yang dengan hubungan nyata seperti itu.