Mon. Oct 3rd, 2022

 Umroh

Jika sebelumnya kita sudah mengetahui syarat, rukun, hukum wajib haji. Maka kamu juga wajib tahu seputar tentang umroh, agar kamu bisa menemukan perbedaan haji dan umroh itu seperti apa dan bagaimana. Langsung saja simak ulasannya berikut. 

1. Rukun Umroh

Berikut ini rukun umroh yang harus dilakukan selama melaksanakan umroh

Segala bentuk ibadah, hal yang paling utama adalah niat. Umrah tanpa niat, maka akan sia-sia saja. Setelah niat, peserta umroh mengenakan baju putih yang hanya dililitkan di sekeliling tubuh (bagi laki-laki). 

Setelah niat, barulah melakukan tawaf atau dapat kita pahami dengan cara mengelilingi ka’bah sebanyak tuju kali putaran sampai ke Hajar Aswad, barulah dilanjut ke arah kiri.

Sa’i adalah berlari-lari kecil untuk mengelilingi 2 bukit. Yap, betul sekali bukit tersebut familiar kita dengar, yaitu bukit Shafa dan Marwa. Lari-lari kecil ini diawali dari bukit Safa dan berakhir ke bukit marwa sebanyak 7 kali putaran. 

Aturan saat melakukan sa’i boleh dilakukan oleh perempuan yang sedang sedang haid ataupun nifas. Kenapa? Karena tempat sa’i bukan di area dan bukan bagian dari Masjidil Haram.

Bercukur atau tahalul adalah kegiatan mencukur rambut kepala. Terkait dengan pencukuran, dapat dicukur secara habis itu lebih diutamakan. Boleh juga hanya mencukur sedikit. Paling sedikit tiga Helai. Oh iya, kegiatan mencukur rambut ini dilakukan setelah usai melakukan Sa’i. Jadi setelah melakukan tahallul maka tanda umroh sempurna.

Bagian terakhir adalah tertib. Maksud tertib di sini adalah, harus dikerjakan secara berurutan.

 

Dapatkan informasi perihal ibadah umroh 2022 beserta biaya umroh 2022 hanya di ammartour

 

2. Hukum Umroh

Perbedaan haji dan umroh terletak pada waktu dilaksanakan dan jumla mengunjungi ka’bah. Jika haji hanya dilakukan sekali seumur hidup, maka pada umrah dapat dilakukan berkali-kali dalam setahun atau dalam sisa usia manusia. 

Sementara ada yang menyebutkan bahwa umroh yang dilakukan lebih sekali dalam setahun menurut Mazhab Maliki hukumnya makruh. Jadi mereka melakukan umroh setahun sekali. Karena Nabi Muhammad SAW pun umroh setahun hanya sekali. 

Sementara menurut Mazhab Syafi’i mendefinisikan umroh itu seperti halnya menjalankan ibadah haji. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Haji sama wajibnya seperti jihad, sedangkan umrah bersifat sukarela.

 

3. Syarat Umroh 

Perbedaan haji dan umroh dari segi syaratnya, sama yaitu wajib bera g a m a i s l a m. Tidak wajib bagi non muslim. 

Dikatakan baligh apabila anak laki-laki sudah mengalami mimpi basah dsb. Sementara pada perempuan sudah mengalami menstruasi.

Jadi orang yang menjalankan umroh dalam kondisi sehat jasmani dan sehat mental. Jadi yang dimakus sakit mental adalah orang-orang yang kehilangan akal sehat mereka. Seperti gila, schizophrenia dsb.  

Seperti syarat haji, orang tersebut harus merdeka. Jadi bukan seorang budak atau hamba sahaya.