Antara Asuransi Jiwa dan Menabung Dana Pensiun, Mana yang Didahulukan?

Antara Asuransi Jiwa dan Menabung Dana Pensiun, Mana yang Didahulukan?

Udah kepala empat, makin banyak dana yang dibutuhkan, plus lagi puncak-puncaknya produktif nih. Yakin gak mau daftar asuransi jiwa sekaligus menabung untuk menikmati masa pensiun?

Asuransi jiwa sangat penting

Dengan berasuransi, apabila terjadi halangan tetap pada si pencari nafkah utama, maka keluarga yang ditinggalkan bisa melanjutkan hidup dengan berbekal uang pertanggungan dari polis asuransi jiwa yang dimiliki. Walau tidak bisa mencegah kematian, asuransi jiwa setidaknya bisa mengurangi guncangan finansial yang sangat mungkin terjadi.

Anda bisa mempertimbangkan pembelian asuransi jiwa berjangka murni atau term life yang relatif terjangkau namun tetap mampu menyediakan uang pertanggungan memadai. Idealnya, masa proteksi disesuaikan dengan waktu yang dibutuhkan oleh si anak terkecil sampai bisa mandiri.

Jangan menunda dana pensiun

Setelah mengamankan asuransi jiwa untuk mengelola risiko finansial keluarga, di usia mapan jangan tunda persiapan jaminan pensiun ya. Mulai persiapkan kebutuhan di hari tua yuk.

Apa lagi ya langkah lain yang bisa Anda ambil?

  1. Ketahui posisi terakhir tabungan hari tua

Bila seseorang rata-rata memulai karir di usia 25 tahun, berarti saat usianya menginjak kepala empat dia sudah bekerja selama 15 tahun. Ada kemungkinan sudah memiliki kepesertaan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan.

Bberapa perusahaan juga sekaligus mengikutsertakan karyawannya ke dalam program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Jadi, cek dulu berapa posisi saldo BPJS Ketenagakerjaan terakhir sebagai bahan perhitungan untuk mulai asuransi dan dana pensiun.

  1. Hitung aset pribadi

Bila Anda selama ini sudah mulai menabung aset dalam bentuk riil seperti emas atau properti, cobalah untuk mengecek nilai terakhir. Dua jenis aset riil tersebut bisa menjadi bagian persiapan hari tua lho.

  1. Hitung sisa kebutuhan yang harus dikejar

Saatnya Anda menghitung apakah semua nilai aset yang dimiliki memadai untuk target kebutuhan bekal hidup saat pensiun kelak nih. Bila masih kurang, yuk mulai kumpulin! Caranya bisa dengan investasi melalui reksadana, saham atau obligasi.

Kesimpulannya,

Di usia mapan ketika kebutuhan finansial mencapai puncak, mengamankan asuransi jiwa dan dana pensiun itu penting. Namun, jika dana terbatas, amankan lebih dahulu asuransi jiwa ya. Siap beraksi?