7 Festival di Indonesia yang Wajib Kamu Tahu

7 Festival di Indonesia yang Wajib Kamu Tahu

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang terdapat di setiap daerah. Hampir setiap tahunnya, masing-masing daerah mengadakan ragam festival untuk menarik para wisatawan dan apresiasi terhadap budaya. Berikut ini adalah festival di Indonesia yang sebaiknya kamu datangi.

Ragam Festival di Indonesia

1. Festival Ogoh-Ogoh

Sebelum hari raya Nyepi tiba, masyarakat Bali biasanya melakukan ritual yang disebut Ngrupuk. Ritual ini dilakukan dengan berkeliling pemukiman sambil menebar nasi tawur, menyalakan dupa, obor dan membawa ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh adalah patung yang menjadi simbol negatif.

Dibawanya ogoh-ogoh berkeliling bertujuan agar area pemukiman tersebut menjadi suci sebelum Nyepi. Boneka dalam ukuran raksasa ini terbuat dari material bambu atau styrofoam. Festival ini dipersiapkan jauh hari sebelum Nyepi. Pawai ini dimulai pada malam hari.

2. Dieng Culture Festival

Event yang disingkat DCF ini diadakan di Dieng, Jawa Tengah. Dieng culture festival hanya diadakan setahun sekali saja. Acara utama dari DCF adalah pemotongan rambut anak gimbal oleh pemangku adat Dieng. Kemudian rambut tersebut dilarung di sebuah telaga yang terhubung ke laut Selatan.

Karena setiap tahunnya minat wisatawan sangat tinggi, DCF biasanya berlangsung selama 3 hari. Rangkaian acaranya terdiri dari Kongkow Budaya, Aksi Dieng Bersih, pertunjukkan musik jazz, pameran kopi, hingga berbagai pertunjukan kesenian khas Jawa Tengah.

3. Erau Kertanegara

Festival Erau diadakan di Kutai, Kalimantan timur. Dalam bahasa asal Kutai, erau memiliki arti yang ramai. Awalnya festival ini diperingati untuk penobatan raja. Namun di tahun 1970-an, acara ini dijadikan festival budaya oleh kabupaten setempat. Festival diadakan selama 2 minggu.

Apa saja acara dalam festival ini? Selain berbagai upacara adat, ada juga pertunjukan kesenian khas Kalimantan, lomba perahu, lomba olahraga, pesta rakyat dan pameran. Yang paling ditunggu adalah prosesi penyiraman air ke warga Tenggarong yang memiliki makna membersihkan diri.

4. Festival Lompat Batu

Pernahkah kamu mengetahui uang Rp1.000 zaman dahulu? Dalam gambarnya ada festival lompat batu yang asalnya dari Nias Sumatera Utara. Tradisi ini masih dipertahankan hingga sekarang. Namun lompat batu atau yang disebut Fahombo hanya dilakukan oleh lelaki suku Nias.

Pengunjung dari mancanegara terutama menganggap lompat batu adalah hal yang luar biasa. Pasalnya, pemuda Nias perlu melompat batu dengan ketinggian 2 meter untuk dianggap lelaki dewasa. Festival ini sangat memikat sehingga desa Bawomataluo dijadikan desa wisata di Sumut.

5. Pekan Batik Nusantara

Kalau kamu pecinta motif batik, maka kamu harus sesekali mendatangi pekan batik nusantara. Festival ini diadakan di kota asal batik, yaitu Pekalongan. Acara ini diadakan pada awal bulan Oktober bertepatan dengan hari Batik Nasional yang jatuh diperingati setiap tanggal 2 Oktober.

Banyak hal yang bisa kamu lakukan di festival ini. Selain melihat peragaan busana, kamu juga bisa belajar membatik buketan, mengikuti karnaval batik, menonton gelar seni, dan mencicipi kuliner. Bahkan ada kontes selfie untuk mempromosikan acara ini sehingga tambah ramai.

6. Festival Sekaten

Masyarakat Yogyakarta memiliki cara tersendiri dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini disebut festival Sekaten. Sekaten sudah ada sejak zaman wali songo menyebarkan ajaran islam di tanah Jawa dan masih dipertahankan acaranya hingga kini.

Acara ini dimulai dengan tabuhan musik gamelan khas Jawa. Festival ini tak hanya diikuti oleh masyarakat, namun juga sejumlah abdi dalem. Mereka mengarak gunungan dari keraton hingga titik 0 Yogyakarta. Gunungan terdiri dari hasil tani yang nantinya akan diperebutkan oleh warga.

7. Festival Danau Sentani

Danau Sentani terletak di Kabupaten Jayapura, Papua. Mulai tahun 2007, pemerintah kabupaten mengadakan acara festival Danau Sentani yang sangat meriah. Tak hanya menarik wisatawan lokal, festival ini juga menarik turis asing. Peserta festival tentunya suku Papua dari beragam wilayah.

Festival ini diadakan di musim panas, yakni bulan juni. Ada beragam pertunjukan yang bisa kamu ikuti di antaranya tarian adat di atas perahu, penobatan Ondoafi atau kepala adat, pameran kerajinan tangan, pameran batu akik, pelepasan benih ikan ke danau, dan sajian kuliner khas Papua.

Ragam festival di Indonesia tersebut terbuka untuk umum. Artinya, kamu bisa menikmatinya dan ikut serta di dalamnya. Sambil menambah penghasilan warga setempat, kamu juga akan mengetahui ragam kekayaan budaya melalui kuliner, orang-orang, juga adatnya.