6 Museum di Surabaya dan Koleksinya Terlengkap

Surabaya sebagai Kota Pahlawan memiliki berbagai bangunan bersejarah di Surabaya yang menjadi saksi perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Salah satunya adalah gedung museum di Surabaya.

Dapatkan juga ulasan lengkap tentang tempat-tempat pariwisata di surabaya pada tautan tersebut.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan membahas 6 museum di Surabaya yang harus Anda kunjungi untuk menambah wawasan dan pengetahuan Anda. 11 museum yang wajib dikunjungi adalah:

1. Museum Dr Soetomo

Museum Dr. Soetomo terletak di Kompleks Bangunan Nasional Indonesia (GNI) di Jalan Bubutan No. 85, Surabaya. Museum ini diresmikan oleh Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya pada tanggal 29 November 2017. Museum ini memperlihatkan jejak Dr. Soetomo yang merupakan tokoh pendiri Budi Oetomo.

Museum ini memiliki dua lantai dan menyimpan barang-barang pribadi Dr. Soetomo, koleksi semasa menjadi dokter di RS CBZ (Central Burgelijke Ziekeninrichting) yang kemudian berganti nama menjadi RS Simpang (sekarang gedung Plaza Surabaya).

2. Museum Bank Indonesia Surabaya

Museum Bank Indonesia dibuat khusus oleh Bank Indonesia pada 27 Januari 2012 setelah dipugar. Museum tersebut bernama De Javasche Bank (sekarang Bank Indonesia) sebagai Bank Sentral Hindia Belanda yang berpusat di Batavia.

Setelah kemerdekaan Indonesia, gedung ini kemudian menjadi cabang Bank Indonesia di Surabaya hingga tahun 1973.

Museum bertingkat tiga ini menampilkan sejarah sistem perbankan di Indonesia, foto-foto lama Surabaya, dan koleksi mata uang kuno. Ruangan-ruangan yang ada di museum ini terbagi menjadi tiga, yaitu Ruang Koleksi Mata Uang, Ruang Koleksi dan Konservasi, dan Ruang Koleksi Cagar Budaya.

3. Museum Kanker Indonesia

Museum Kanker Indonesia didirikan oleh Yayasan Kanker Wisnuwardhana (YKW). Museum ini telah dibuka sejak 2013 dan merupakan museum kanker pertama di Indonesia.

Museum ini dibuat untuk mengedukasi masyarakat agar mengetahui dan mencari informasi tentang pengobatan kanker. Museum Kanker Indonesia menyediakan sejumlah koleksi pendukung.

Koleksi yang dipamerkan adalah organ yang bersifat kanker, mulai dari yang sudah dipotong, dioperasi, hingga diawetkan dalam toples berisi formalin. Sedangkan organ atau alat peraga yang diawetkan antara lain sel kanker payudara, sel kanker getah bening, sel kanker tulang, sel kanker paru-paru, dan sel kanker lainnya.

4. Rumah H.O.S Tjokroaminoto

Walikota H.O.S Tjokroaminoto diresmikan pada tanggal 27 November 2017 sebagai salah satu museum sejarah di Surabaya. Museum rumah bersejarah ini dilengkapi dengan buku-buku tentang tokoh pergerakan nasional, seperti H.O.S Tjokroaminoto, Ir. Soekarno, dan Douwes Dekker. Museum ini menyediakan banyak informasi tentang para pemimpin Persatuan Islam selama hidup mereka.

5. Museum Nahdlatul Ulama

Museum Nahdlatul Ulama terletak di Jalan Gayungsari Timur No. 35, Desa Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya. Museum ini merupakan pusat informasi budaya dan sejarah perkembangan NU.

Museum ini pertama kali dibuka oleh KH. Abdurrahman Wahid pada 25 November 2004. Pengangkatan NU dilakukan pada Kongres ke 31 di Boyolali, Jawa Tengah, pada 28 November 2004 oleh Menteri Jenderal NU, KH. MA Sahal Mahfudh.

6. Museum Angkatan Laut Indonesia Jala Crana

Situs Museum Angkatan Laut Indonesia Jala Crana awalnya bernama Museum Akademi Militer Laut. Sejarah Museum Situs Jala Crana di Surabaya dimulai dengan didirikannya Museum Akbari Laut pada tanggal 19 September 1969 oleh Ibu R. Mulyadi (istri Panglima TNI AL, Laksamana R. Moeljadi).

Selanjutnya pada tanggal 10 Juli 1973 ditingkatkan statusnya menjadi Museum Angkatan Laut Indonesia. Museum ini berganti nama menjadi Museum Angkatan Laut Lala Jala Crana pada tanggal 6 Oktober 1979. Museum ini memiliki koleksi peralatan perang Angkatan Laut serta koleksi planetarium dan astronavigation.